Tergoda melihat status di medsos
dari seorang saudara yang sedang membuat lubang biopori dirumahnya dan air
tanah yang sangat keruh saat kemarau yang lalu, maka didapatlah detil tentang
penjual biopori tersebut. Alat yang digunakan cukup sederhana, hanya 1 buah bor
dan penutup lubang biopori. Alat tersebut produksi dari Tim Biopori Institut
Pertanian Bogor (IPB). Harga bor Rp. 185.000 dan setiap tutup seharga Rp.
15.000.
Lubang biopori ini berfungsi untuk
menampung air (terutama air hujan) yang masuk kedalamnya dan menyimpan ke dalam
tanah kembali. Untuk membuatnya cukup sederhana:
1. Pilih tanah
yang paling banyak tergenang saat hujan. Hal ini untuk mempercepat air masuk ke
dalam lubang.
2. Buat lubang
menggunakan bor sampai dengan kedalaman 1 meter atau sudah mencapai permukaan
air tanah. Estimasi waktu pembuatan per lubang sekitar 10-30 menit tergantung
dari kondisi tanah dan kondisi fisik pengebor.
3. Isi dengan
daun-daunan sampai lubang penuh. Daun-daunan ini berfungsi untuk makanan
organisme seperti cacing tanah dan ulat yang akan melubangi tanah (pori-pori) dan membuat
air lebih cepat terserap, sehingga teknologi ini disebut biopori.
4. Tutup
dengan penutup lubang biopori yang sudah ada.
Entah karena sudah musim hujan dan atau karena ada lubang
biopori ini sehingga air dirumah saat ini menjadi lebih bening dari
sebelum-sebelumnya. Tidak pernah air sumur sebening ini.



